BRMP Aceh Perkuat Sinergi Percepatan Irigasi dan Konservasi Sumber Air Pertanian
Medan, 18 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh memperkuat koordinasi dalam percepatan pelaksanaan kegiatan konservasi dan pengembangan sumber air pertanian Tahun Anggaran 2026 melalui Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan lingkup Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian (KPSAP).
Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 September 2026 tersebut dilaksanakan di BRMP Sumatera Utara, dan diikuti sejumlah Kepala BRMP, antara lain BRMP Aceh, BRMP Sumatera Utara, BRMP Sumatera Barat, BRMP Riau, dan BRMP Kepulauan Riau.
Rapat koordinasi menjadi bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpip), dan Bangunan Konservasi dalam mendukung ketersediaan sumber air bagi sektor pertanian. Agenda kegiatan mencakup sinkronisasi data alokasi dan realisasi kegiatan, sosialisasi Berita Acara Serah Terima (BAST) Bantuan Pemerintah Tahun 2026, serta workshop pelaksanaan kegiatan Irpom, Irpip, dan Bangunan Konservasi.
Kepala BRMP Aceh, Firdaus, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan dan optimalisasi infrastruktur sumber air merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan keberlanjutan produksi pangan.
“BRMP Aceh siap memperkuat koordinasi dan pendampingan di lapangan agar kegiatan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, maupun bangunan konservasi dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Firdaus.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kegiatan budidaya pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP, dan pihak terkait diperlukan agar program yang telah dialokasikan dapat segera direalisasikan serta memberikan manfaat terhadap peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian.
“Percepatan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian kegiatan secara administratif, tetapi juga bagaimana sarana yang dibangun benar-benar berfungsi dan dapat dimanfaatkan petani. Karena itu, koordinasi, sinkronisasi data, serta pengawalan pelaksanaan di lapangan harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Rangkaian rakor juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pengawalan pelaksanaan kegiatan di wilayah kerja masing-masing. Melalui workshop yang berlangsung selama dua hari, peserta membahas berbagai aspek pelaksanaan Irpom, Irpip, dan Bangunan Konservasi Tahun Anggaran 2026.
Bagi BRMP Aceh, penguatan koordinasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya pengelolaan sumber daya air. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas, memperluas areal tanam, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.